Tampilkan postingan dengan label Akhwat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhwat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Juni 2011

dari mereka saya belajar :')

“kak! Aku belum dapet lhooo” “Kak, aku minta dua kak” “Kak, aku kak, aku....”

yaaah,, kok jilbabnya dilepas :((
Begitulah teriak anak-anak itu saat seorang teman membagikan permen empuk untuk mereka. Berebut dan berteriak seoalah tidak ada jatah masing-masing. Aku hanya duduk melihat mereka, lalu kembali pada konsentrasiku. Di depanku sedang ada seorang anak yang mengeja satu-satu huruf hijaiyah. Dia melafalkan dengan cepat. “Jangan cepat-cepat dek bacanya, ulangi yang ini masih belum benar” kataku. “aaaah, kakaaakk, jangan diulang-ulang mulu, aku nanti gak kebagian permennya” jawabnya. Aku hanya tersenyum. Kubantu ia mengeja, segera setelah ejaan terakhir, ia berlari menghampiri jatah permennya.

Itulah yang aku ingat ketika awal aku bergabung bermain dan belajar bersama mereka di TPA Al Ikhlas. Sebuah TPA yang bertempat di sebuah Mushalla kecil di dekat kampus. Jauh dari kata layak, tapi begitu salut dengan semangat mereka belajar. Aku sendiri merasa malu jika mengingat keadaanku yang pasang-surut semangat belajarnya. Maka dari sinilah kisahku bersama mereka dimulai.

Setiap hari setalah Solat Magrib aku berjalan menuju TPA ini, mereka begitu semangat padahal aku, datang sering terlambat, bahkan kadang SOK SIBUK sampe tidak datang pada jadwal yang sudah aku tulis sendiri. Padahal kegiatanku di sini juga tidak berat-berat amat. Ya menyimak mereka mengaji IQRA, membantu mereka mengerjakan PR, atau sekedar mendengarkan curhat mereka. Hmmmm, aku belajar banyak hal dari mereka.

ngerjain PR IPS
Kesabaran. Ternyata tidak mudah ‘hanya menyimak’ mereka membaca huruf-huruf itu. tentulah kita juga berkewajiban membenarkan jika salah, dan mengajari jika mereka belum bisa. Okelah mungkin lempeng aja klo ketemu anak yg memang sudah lancar membacanya, tapi berbeda yang masih belum lancar. Aku pernah menghabiskan waktu ngajar untuk mengajari salah seorang dari mereka membaca IQRO satu halaman. Subbhanallah, perjuangan anak itu luar biasa. Padahal aku menyuruhnya mengulang tiga sampai empat kali tapi dia menurut saja. salut luar biasa.
belajar bahasa inggris
Kesabaran dalam bentuk lain adalah ketika mereka meminta untuk mengerjakan PR. Mungkin sudah kultur masyarakat Indonesia, selalu bertanya sebelum membaca (termasuk saya.hehehe) jadi kesannya mereka tdk berusaha tapi sudh menyerah. Wah, klo pelajaran macam IPS atau PKn tentu aku juga udah luping dan harus baca dulu, hehehhee.. artinya disini, pengetahuan umum juga harus bisa diandalkan. Belum lagi klo mereka meminta dibantu mengerjakan PR MTK macam FPB,KPK.. hehehe.. jadi kangen adek saya dirumah :D Klo anaknya masih SD sih masih ngerti pelajarannya, tapi klo udah SMP, hehehe... yakin, saya jadi belajar MTK SMP lagi demi bisa mengajari mereka.hahahaha. #ketauan deh begonya :p

Saya senang melihat mereka bersemangat belajar sekaligus malu sama mereka, apalagi klo udah jadwal hapalan. Untuk kelas Al Quran, tentu ada jadwal hapalan... wex? Padahal saya sendiri lumayan kesulitan klo disuruh hapalan,hiks (#help) jadi merasa malu banget klo mereka hapalan di depan saya...hwahwhawhhwa.. “ayo semangaat naaaak,, anak kecil aja bisa masa kamu gak bisa” begitulah kata salah seorang teman saya. Ayoo upgrade terus ilmumu! :D

Seiring berjalannya waktu, aku juga belajar sebuah konsistensi. Ketika suatu hari aku bertanya pada mereka tentang pengajar yang datang mereka menjawab “kak, klo dateng yg tepat waktu ya.. masa telat terus. Udah gitu kadang ada pengajarnya kadang enggak, kan kita udah nunggu kakak”. Pernyataan yang lumayan membuatku sadar bahwa konsistensiku untuk bersama mereka harus aku jaga. Yah, meskipun dalam TPA ini tidak ada ttd Surat Pengikatan Amanah seperti wajihah lainnnya, tapi toh amanah ini akan aku pertanggungjwabkan juga nanti. “ini adalah jalan dakwahmu yang tidak akan putus amalnya meskipun kamu sudah tiada” itu adalah kata-kata mas’ul TPA padaku. Ayoo,,, gunakan amanahmu sebagai jalan mendekatkan diri padaNya. Semangat deeh ngajar sekarang.. NO TELAT again, NO BOLOS again  :)

foto dulu di gedung baru :)
Oke, mari berlanjut ke aktivitas berikutnya,,, seorang ikhwan menyebut ini adalah ‘tadabur Alam’ intinya ngajak anak-anak TPA jalan-jalan, yaaah bukan jalan-jalan yang ke tempat wisata. Hanya berkeliling kampus mereka udah senang sekali. Subbhanallah, mereka girang banget, sampe tanya ini itu, hehehehe... saya jadi inget, dulu klo masa liburan dateng, pasti ngambek klo gak diajak jalan-jalan ke tempat wisata. Tambah malu deeh sama mereka yang bisa ‘nerimo’ meskipun CUMA jalan ke kampus bawa snack yg gak banyak dan bekal air minum. Mereka memang bukan anak-anak dari golongan mampu, bahkan pernah saya melihat salah satu ade TPA sedang membantu orangtuanya berjualan sepulang mengaji,,, walah kebayang, aku dulu waktu seumur itu, isinya Cuma main. Betapa beruntungnya aku Ya Allah...........

mejeng di gedung paling bagus di kampus saya :D
Sekali-kali pengen ngajak mereka jalan-jalan beneran, hmmm,, ketempat wisata... mereka requestnya ‘renang’ buset daah,, gak sanggup tanggangjwabnya gede itu,hehehhe.... nantilah dipikirkan sama pengajar lain aja, aku nyumbang ide wae :p

Waaah,, masih banyak yang mau aku ceritain tentang mereka tapi ini kok udah panjang bangeet,,, hwwhewehwhewe.... TO BE CONTINUE dulu kali yaaa ^ ^

Siapapun yang sudah membaca tulisan saya ini, semangat yuuk.. lihat banyak orang yang pas-pasan bahkan serba kurang tidak pernah merasa dirinya rendah... lucu, jujur, dan lugu. Itulah mereka :)
Read More..

apa sih urgensi solat berjamaah???

Sedikit ingin berbagi pengalaman hari ini ketika aku pergi ke salah satu tempt wisata yang cukup terkenal di kota ini.

Saat itu adzan Dhuhur berkumandang, meskipun suaranya sayu-sayu, Alhamdulillah aku masih bisa mendengarnya. Segera aku berjalan ke Mushola terdekat. Aku mengikuti tanda panah yang menunjukkan tempat solat itu berada. Waah, Subbhanallah banget, antri minta ampun tempat wudhunya. Artinya kesadaran solat di tempat ini begitu tinggi. Alhamdulillah :)

Selesai berwudhu aku bergegas menuju tempat solat, kalau bisa ikut jamaah. Sesampainya di sana saya menemukan sebuah ruang kecil yang disulap jadi tempat solat dan itu penuh banget.... aku mencoba memaksakan masuk dengan anggapan badanku kan kecil jadi nyempil-nyempil juga bisa. Hehehehe... tapi ternyata dugaanku salah, itu ruangan benar-benar penuh sampe kebelakang pintu lhoo...  Ya sudah, kuputuskan untuk menunggu saja.

Tak lama kemudian, ada rombongan ibu-ibu yang juga mau solat,  tiba-tiba aja membuka pintu ruang solat itu dan terdengar suara “dugg!!” Astagfirullah, ternyata ibu dibalik pintu itu lagi sujud. “Maaf bu, ini ruangnya penuh, dibelakang pintu itu ada orangnya, kasian klo kena kepala pintunya” kataku. “ah, iya neng, saya juga tahu itu ruangan penuh, gak usah dikasih tau” eaaalah ibunya nyolot. Yaudaah aku diem.

Belum ada 3 menit nunggu, ibu itu maksa lagi buka pintunya, “dug!!” again! Kasian amaat, “maaf bu itu ada orang dibelakangnya” aku bilang. Ibunya diem aja, trs ngomong sama temenya, pake bahasa sunda tapi aku sedikit bisa memahami apa yg mereka bicarakan. kurang lebih: 
Ibu A “itu mereka jamaah ya? Aah, bikin laamaa, gak tau apa ya yg antri banyak”
Ibu B “iya jamaah, mending solat sendiri-sendiri aja gak usah lama-lama solatnya!”
ibu A “hese klo solat jamaah, klo perseorangan bisa selesai duluan trs gantian, ngapain pake jamaah”
(begitulah yang saya tangkap dari pembicaraan mereka, maaf jika ada kesalahan, saya tidak pandai berbahasa sunda :p)

Dalam hati aku berkata “Astagfirullah, ada ya orang yang kaya gini,,, apa memang esensi solat berjamaah itu belum dimengerti sama masyarakat ya,,,” terus aku kepikiran apa yang bisa aku lakuin biar mereka ngerti “mungkin tadi mereka selesai wudhunya bareng2, jadi solatnya jg bareng2, mungkin lebih berkah juga bu klo solatnya bareng2”
Si ibu A jawab “neng gak usah bawel deh, kami tu dikejar sama waktu, dagangan gak ada yang jaga”
(sejak kapan waktu punya kaki dan ngejar2 ibu ini?? hehehehe)
Ibu B nambahin “klo mau solat jamaah tu pas solat tarawih aja sana di Masjid, gak usah disini”
Deg!! (Kali ini aku ngerti mereka ngemeng apa karena mereka pake bahasa Indonesia). Tapi jujur aku kaget bukan main pas ibunya jawab kaya gitu, dan aku speechlees.... “mereka adalah audiance dakwah yang ekstrim klo misalkan ditempat ini ada kajian” pikirku saat itu. ---" geje.

Segera setelah jamaah didalam mengucap salam, kedua ibu itu masuk tanpa mengunggu yang di dalem keluar... jadilah mobilisasi yg tidak efektif. Sampe ada salah satu ibu di situ berkata “Ya Allah bu yg sabar, biar yang di dalem keluar dulu” ckckckckck

Sesampainya di dalam aku melihat kedua ibu2 itu solat,solatnya cepet bangettt.... klo kata sodara saya (Mardiyanti Harnita) itu namanya solat ayam,,, karena solatnya kaya ayam lagi mathok biji. Astagfirullah. 

Pelajaran banget dah kejadian itu, urgensi solat berjamaah berpengaruh pada sikap kita ke sesama, bahkan berpengaruh pada sikap solat yang notabene media kita berkomunikasi dengan Allah.

Gak ngebayanging klo dua ibu itu ikut solat jamaah di Masjid kampusku. gak cuma dikejar waktu kali, tapi dihantui waktu.....  hehehehehe
Read More..

Kamis, 09 Juni 2011

[cerpen??] kamu sekarang adalah akibat kamu kemarin

NaNa duduk dibarisan nomer satu dari belakang pada LPJ kali ini, padahal biasanya NaNa menghindari yang belakang-belakang,,, yaaah, karena tidak efektif untuk mendengarkan.

membayankan tidur di kasur yang nyaman
Tapi apa daya, memang  pagi ini ia terlambat hampir satu jam untuk menghadiri LPJ. Sepertinya juga tidak etis kalau harus menerobos ke depan.

Terkantuk-kantuk NaNa mendengarkan LPJ,,, teringat kejadaian tadi malam. Jam satu dini hari dia masih diatas motor bersama seorang teman akhwat, mereka pulang dari menghadiri acara inagurasi kegiatan kemahasiswaan. “Aaah, seandainya NaNa tidak ikut, mungkin aku benar-benar bisa fokus mendengarkan LPJ tanpa harus terkantuk seperti ini”, begitulah yang NaNa pikirkan saat itu.

Tapi sebenarnya bukan itu permasalahan NaNa datang terlambat LPJ pagi ini. Jika diingat, rasa-rasanya NaNa akan tambah menyesal. Bagaiaman tidak, saat acara inagurasi berlangsung NaNa iseng membuka akun fbnya, didapati pengumuman bahwa tugas besar dari dosen harus dikumpulkan siang ini... Oh My God....  NaNa ingat sekali tugas itu segera ia tinggalkan setelah penilaian terakhir. Walhasil pagi ini yang harusnya NaNa bisa datang tepat waktu ke LPJ,, telat satu jam! Gara-gara menyelesaikan tugas itu.... teringat lagi NaNa,,, seandainya malam kemarin NaNa tidak pulang selarut itu.... dan seandainya lagi, ia segera menyelesaikan tugasnya setelah penilaian terakhir .  ----“

Dalam kantuknya, tiba-tiba HPnya berdering, mengagetkan saja,, dibaca siapa yang menelpon...  “Assalamualaikum” “Waalaikumsalam NaNa, ini NaNa kan ya???” “Iya pak, ini NaNa. Ada apa ya???” “Ini Pak Tora, kemaren kamu UAS ikut uas mata kuliah bapak kan???” DEG! “ya ikut pak, emang kenapa gitu?” aku mulai paniik. “kamu ini sedang apa?” “sedang LPJ pak” “dikampus??” “iya,,,” “kalau udah selesai ke ruang bapak ya, ada yang mau saya bicarakan” aduuuh, ini bapaknya gak mau ngomong kenapa lagiiii “ada apa sih pak? Sekarang aja bisa pak” “oke, saya tunggu”

Berakhirlah percakapan NaNa dengan dosennya, segera ia meninggalkan acara LPJ. Bergegas menuju ruang dosennya. “kenap ya dengan uasku,,,  apa diberita acara ada namaku, tapi kan aku gak nyontek.... blaa blaaa blaa..........” banyak pertanyaan di otaknya.

Sesampainya di ruang dosen, ia bertemu dengan Pak Tora. “Gini Na, lembar jawabmu uas kok gak ada ya???? Jadi saya belum bisa masukin nilai. Kemaren kamu ikut uas kan?” Kaget kepalang daah si NaNa. “ikut pak, orang saya ngumpulin kok ke pengawasnya” “nah, pengawasnya juga gak bisa dihubungi. Coba deh kamu cari di tumpukan jawaban temen-temenmu, mungkin saya yang skip...”
Dengan sigap NaNa mencarinya, tapi tidak ada namanya ditumpukkan itu. Oh My God,,, what happend next!

“gak ada ya?” kata dosennya. NaNa menggeleng. “saya jadi gak bisa ngasih nilai kamu, nilai kamu E” OH MY GOD..... what should I do??? NaNa disodori lembar nilai oleh dosennya, dilihatnya, nilai teman-temannya.... A A A A A A A B B B B ,,,, ketika sampai di namanya E yang terbaca,,,, Astagfirulllah, bagaimana aku menjaga amanah orangtuaku. Batinnya.

“apa ikut ditumpukan lain ya Na?” kata Pak Tora lagi. “memang biasanya ditaruh mana pak?” “berkas yang gak kepakai ada di TU” “yaudah pak, saya cari dulu” “sama saya yuk, saya tadi juga udah kesana” berangkatlah NaNa dan Pak Tora ke TU.  Sesampainya di sana, bagian TU memberikan beberapa tumpukan kertas, dicari nama NaNa tapi hasilnya nihil.
streesss dengan tumpukan kertas

Akhirnya diajaklah NaNa ketempat berkas kampus, ASTAGFIRULLAH........... banyak banget tumpukan kertas disana, dan NaNa mulai pening mencari. Namun dengan tekadnya ia menyibak satu persatu tumpukan itu.
1 menit, 2 menit, 3 menit, ..................................... sampailah ia pada nama-nama teman sekelasnya, NaNa mulai optimis akan menemukannya diantara tumpukan itu. dan akhirnya,,,,

jengjengjengejeeeng................ namannya terbaca disalah satu kertas itu, dan memang lembar jawabannya terselip di sana.. senyum syukur terpancar. Pak Tora juga tak kalah senangnya.
“Alhamdulillah, saya koreksi dulu ya?” “iya pak” “kamu tunggu aja, biar mantep, langsung tahu hasilnya” “oke deh pak”

1 menit  3 menit 5 menit.................... “ini kertasmu udah lengkap kan??” tanya Pak Tora. “hah???? Lengkap pak... emang ada yg kurang?” NaNa panik lagi. “enggak kok, Cuma ngetes reflekmu aja” Pak Tora tertawa “jiiaaah, bapak,, malah bercanda”

harapannya dapet huruf ini. Amiin :)
“udah nih nilai kamu, bagus kok, di zona aman” “berapa pak?” “tar juga tahu, tunggu tanggal mainnya, hehehe”  “yaah, bapak gitu....” “udah kamu boleh pulang, katanya lagi LPJ” “gak dikasih tahu nilainya ne pak?” “kan saya udah bilang di zona aman”

Ini bapak dosen ngapain nyuruh aku nunggu yaa tadi, maklum deh dosen muda :p “yaudah pak, saya pulang ya,,, bener gak mau ngasih tahu nilai saya???” “hahahahaha,,, nilai UASnya aja yaa, nilai finalnya nanti aja” setelah mengintip nilai UASnya NaNa tersenyum, “yaudah pak, saya pamit. Makasih pak, Assalamualaikum”


ALHAMDULILLAH, berkali-kali kalimat itu di ucapkan NaNa. Ia sadar, tanpa kasih-Nya lembar jawabannya tidak akan mungkin ditemukan di tumpukan sebanyak itu.
Teringat ia pada LPJ, sepertinya belum selesai. Bergegas ia kembali ke ruang LPJ.


tertidur di meja :((
Setelah Solat dhuhur dan mendengarkan beberapa pemaparan... Hoooaaaa,.... kantuk kembali menghampirinya, dan tiba-tiba handphonenya berdering lagi, kali ini sms yang masuk “tugasnya dikirm via email paling lambat jam1” wex? NaNa melihat jam tangannya, jam satu kurang seperemapat! Bergegas NaNa ijin LAGI dan kembali ke kamarnya. Setelah merapikan beberapa bagian, ia mengirim tugasnya. Alhamdulillah beres. Tak terasa ia tertidur di mejanya.

Tiba-tiba ia terbangun mendengar adzan Asar, dilihatnya jam di meja, menunjukkan pukul tiga lebih... ia berencana meneruskan tidurnya, sampai ia teringat. “Astagfirullah, jam 2 tadi ada acara Halaqah dan Tahsin Quran,,, kelewat!” NaNa mengirim sms ke salah satu pengurusnya dan jawabanya “afwan Na, HTQ udah selesai dari tadi, kamu kemana aja?” malu bukan kepalang, tapi apa daya memang begitu adanya “afwan ya, aku ketiduran,,zzzZZZzzz” balas NaNa “yaudah, nanti ada lagi kok, kamu jgn lupa ikut ya, untuk jadwal tar ana kirim” “syukron ukh,”


Menyesalnya NaNa, seandainya ia tidak pulang larut malam, dia tidak akan mengantuk seperti itu,,,  bisa mengerjakan tugas lebih awal sehingga tidak telat datang LPJ, tidak perlu mengantuk di acara LPJ, belum lagi maslah lembar jawabnya yang terselip makin membuatnya cape mencari, sampai ia terlewat mengikuti Halaqah dan Tahsin Quran.


NaNa menutup matanya, merenungkan semua kejadian hari ini,  merenungkan apa yang ia tulis di buku hariannya. Begitu sayangnya Allah pada-Nya sampai-sampai peringatan dan pelajaran masih bisa ia rasakan sekarang. Sepertinya menyalahkan keadaan yang sudah ada juga tidak akan menyelesaikan permasalahan. Sedari pagi ia mengeluh, apa yang ia keluhkan? Pada siapa ia mengeluh? Mengeluh = menyalahkan Allah. Bukankah Allah yang memberikan semua nikmat yang ia rasakan sekarang. NaNa tersadar dari kesalahannya, ia menutup buku hariannya. Bergegas mengambil air wudhu dan kembali menginat-Nya.
pelajaran yang berharga
kamu sekarang (bisa jadi) adalah akibat dari apa yang kamu lakukan kemarin.
Astagfirullah.
Semoga bermanfaat J


kesamaan nama dan kejadian adalah kebetulan semata :)
Read More..

Kamis, 23 Desember 2010

Alhamdulliah, saya jatuh cinta :)



Pada kesempatan kali ini, saya ingin sedikit berbagi mengenai apa yang telah saya dapatkan saat berdiskusi dengan teman saya _wilda_ mengenai fenomena ‘jatuh cinta’ pada diri seorang akhwat, hehehe

Hmmmm,,, gak niat menggurui kok, cuma mau share pendapat aja,,, ^^
klo ada kebenaran itu datangnya dari Allah, klo ada kesalahan itu datangnya semata-mata dari saya sebagai manusia biasa (mbak mentoring: mode on, hehehehe)

Jatuh cinta itu wajar bukan? Hehehhee,,, saat kita jatuh cinta, hendaknya kita mengucapkan tiga kali Hamdallah, why?

Yang pertama, Alhamdulillah karena Allah memberikan anugrah untuk mencintai lawan jenis. Naaah,, coba aja klo kita mencintai sesama jenis, bisa tambah dosa kita. Hahahhahaa... maka, bersyukurlah untuk yang dianugrahi cinta pada lawan jenis :)

Yang kedua, Alhamdulillah karena dengan diberi anugrah, kita dapat terus mengingat Allah.
Klo yang ini memang agak sulit, karena biasanya setelah merasakan debaran ‘cinta’ kita cenderung melupakan Allah, oleh karena itu, kita harus mengubah paradigma itu sehingga dengan anugrah cinta yang Dia berikan, kita tetap meningkatkan cinta kita pada-Nya.

Yang ketiga, Alhamdulillah karena kita mendapatkan pria soleh, hehhehehe... mana ada coba orang milih pasangan yang gak soleh,,, makanya segera bersyukur klo dapet pria soleh ^^

Setelah mengucapkan Hamdallah, maka ucapkanlah Subbhanallah karena kekuasaan Allah yang begitu besar menciptakan manusia berpasang-pasangan, dan teruslah mengingat kebesaran-Nya.

Kemudian beristgfarlah sepuas-puasnya,,, untuk yang satu ini pastilah kita tau apa alasannya,,, hehehhe....

Kita pastilah tau bagaimana adab pergaulan antara akhwat dan ikhwan, yang udah jelas gak ada ajaran ‘pacaran’ dalam islam, namun fenomenya banyak hubungan lawan jenis yang berkedok,,, hhohooo... 
tau dong maksud saya berkedok? Yang bilang gak klo pacaran, tapi berstatus kakak-ade, atolah bilang sodaraan,, ato apalah temen tapi sikap dan perilakunya tidak jauh berbeda dengan orang berstatus pacaran.
Nah, yang saya pikirkan, sebenernya, mereka malu dengan ‘status’ ato dengan ‘perilaku’, hohohohoo.. whateverlah jawabanya, hehehe, yg pasti... bukan sesuatu hal yg baik bersembunyi dlm sbuah status (hahhahahahhaa... berasa saya tau ammaat,,, correct me if I’m wrong yaaa ^^)

Kita semua tau dong klo ‘pacaran’ itu dosa (cara gampang nyebutnya gitu, daripada muter2, hehehe) pertanyaanya adalah: kenapa pacaran dosa? Jawaban pertama pasti karena ‘pacaran’ mendekati zina (hehehe, prediksi saya saja). yuk kita telesik lebih dalam, alasan lain yang mungkin membuat pacaran itu dosa... 
coba deh kita bayangkan neh, seandainya kita punya pacar, cowo yang soleh,,, terus pacaran sama kita, otomatis dia sering melihat kita (dosa), memandang kita (dosa lagi), membayangkan kita (olah dosa), belum lagi memikirkan hal-hal negatif tentang kita (dosaaaa), kita gak bisa menjaminkan pikiran laki-laki itu kemana saat atopun tidak dengan kita,,, dia berdosa karena melakukan hal-hal yang saya sebutkan tadi, dan kita juga ikut berdosa karena mendukung dan menjadi penyebab laki-laki soleh berbuat dosa. Jadi udah gak ada batasan lagi mau apapun statusnya jika kondisinya seperti ini, maka kita saling mendukung dalam kemaksiatan. Naudzubillah. Lindungi kami Ya Robb.

Oya, saya juga pernah dengar, saat kita mendekatkan diri pada suatu perzinaan seperti berduaan dengan lawan jenis, maka ia sama dengan membuka pintu setan untuk mendekatinya, bahkan dua orang yang sudah dipastikan akan menikah tapi belum menikah, kemudian berduaanpun, sama dengan menbukakan pintu setan dalam rumah tangganya... hmmmm,,,, begitu Allah benar-benar menjaga kita semua dari perbuatan zina ya, Subbhanallah.

Pacaran menandakan kita tidak percaya pada Allah, bukankah Allah sudah memberikan jodoh untuk kita? Jodoh yang sudah pasti, dan tidak mungkin terganti, so? Buat apa coba-coba?? Hehehhee


Eh, saya menulis artikel ini bukan karena saya SOK SUCI yaaa,,, hehehhe... saya juga merasakan semua ini, makanya saya menulis artikel ini, biar pembaca semua bisa tau, bagi yang belum sadar bisa sadar dan tau kebenaran n  ajaran Allah dan bagi yang sudah sadar semakin yakin dg kesadarannya. Amiiin...

Keep great relationship with everyone ^^
Read More..

Minggu, 21 Februari 2010

kEINDAHAN GAMBAR DAN LUKISAN

Hakikat diutusnya para nabi dan rasul adalah untuk mendakwahkan kepada manusia agar menyembah pada Allah semata, yaitu memurnikan aqidah dari kesyirikan. “Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (yang berseru) sembahlah Allah dan tinggalkan thaghut itu. ” (QS. An-Nahl: 36)
Pada zaman dahulu, banyak orang menjadi kafir karena menyembah patung di samping menyembah Allah ‘Azza wa Jalla sebagaimana orang-orang Quraisy yang kafir karena menyembah berhala. Awal mula penyembahan patung adalah karena sikap orang-orang pada zaman Nuh ‘alahissalam berlebihan dalam mengagungkan orang shalih. Setelah orang-orang shalih itu meninggal, mereka kemudian membuat patung orang-orang shalih tersebut yang lama-kelamaan menjadikannya sebagai sesembahan. Inilah salah satu sebab mengapa Islam melarang memajang patung maupun membuat gambar makhluk bernyawa karena hal itu dapat menjadi sarana terjadinya kesyirikan.
Banyak orang yang berkata bahwa sekarang ini sudah tidak ada orang yang menyembah patung lagi. Namun hal tersebut adalah sebuah kekeliruan besar. Berapa banyak orang-orang yang kufur (Nasrani, Hindu, Budha, dll) karena mereka lebih memilih menyembah patung yang tidak memiliki kekuasaan sedikitpun daripada menyembah Allah ‘Azza wa Jalla? Apakah patung-patung tersebut mampu melindungi pemujanya ketika mereka dalam kesusahan? Jangankan membela pemujanya, membela diri mereka saja mereka tidak akan bisa. Yang ada justru pemujanya yang melindungi mereka, karena bagaimanapun patung-patung itu adalah benda mati yang dibuat oleh manusia.
Benarkah Islam telah melarang adanya patung dan membuat gambar-gambar makhluk bernyawa? Lalu apa buktinya? Allah Ta’ala berfirman, “Dan mereka berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwad, Yaghuts, Ya’uq dan Nashr. Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia).’” (QS. Nuh: 23-24)
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangiku. waktu itu tirai penutup bilik saya berupa kain tipis yang penuh dengan gambar (dalam riwayat lain disebutkan: terdapat gambar kuda-kuda bersayap.) Melihat tirai tersebut, beliau merobeknya dan wajahnya terlihat merah padam. Beliau kemudian bersabda, ‘Wahai ‘Aisyah, manusia yang disiksa dengan siksaan yang paling keras pada hari kiamat kelak adalah orang-orang yang membuat sesuatu yang menyerupai ciptaan Allah’ (Dalam riwayat lain: ‘Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini kelak akan disiksa dan dikatakan kepadanya, ‘Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan ini!” Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar tidak akan dimasuki malaikat.”) ‘Aisyah berkata, ‘Saya kemudian memotong kain tersebut dan menjadikan sebuah bantal atau dua bantal. (Saya kemudian melihat beliau duduk di atas salah satu dari dua bantal itu meskipun bantal tersebut masih bergambar.)’” (HR. Bukhari, Muslim, Al-Baihaqi, Al-Baghawi, Ats-Tsaqafi, ‘Abdurrazaq dan Ahmad)
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta’ala mengomentari hadist tersebut dengan adanya dua petunjuk:
Pertama, haramnya menggantung gambar atau sesuatu yang mengandung gambar.
Kedua, larangan membuat gambar, baik berupa patung maupun gambar biasa. Dengan kata lain menurut mayoritas ulama, baik yang memiliki bayangan (3 dimensi) atau tidak.
Hadist di atas dikuatkan dengan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang mengisahkan bahwa Jibril ‘alaihissalam mendatangi rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata kepada beliau, “Sesungguhnya di dalam rumah tersebut terdapat korden yang bergambar. Oleh karena itu, hendaklah kalian memotong kepala gambar-gambar tersebut, lalu jadikanlah sebagai hamparan atau bantal, lalu gunakanlah untuk bersandar, karena kami tidak mau memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah memerintahkan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, “Jangan kau biarkan patung-patung itu sebelum kau jadikan tidak berbentuk dan jangan pula kau tinggal kuburan yang menggunduk tinggi sebelum kau ratakan.” (HR. Muslim)
Adapun gambar bagian-bagian tubuh kecuali muka adalah diperbolehkan menurut sebagian ulama semisal gambar tangan, kaki, dan lain-lain. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah, “Di dalam rumah itu terdapat tirai dari kain tipis yang bergambar patung dan di dalam rumah itu terdapat seekor anjing. Perintahkan agar gambar kepala patung yang berada di pintu rumah itu dipotong sehingga bentuknya menyerupai pohon, dan perintahkan agar tirai itu dipotong dan dijadikan dua buah bantal untuk bersandar dan perintahkan agar anjing itu dikeluarkan dari rumah.” (HR. At-Tirmidzi dalam Al-Adab 2806)
Bahaya Patung dan Gambar
Islam tidak mengharamkan sesuatu kecuali adanya bahaya yang mengancam agama, akhlak dan harta manusia. Islam melarang patung dan gambar makhluk bernyawa karena banyak mendatangkan bahaya:
1. Patung dan gambar dapat menjadi sarana kesyirikan, karena awal mula dari kesyirikan dan kekufuran adalah adanya pemujaan terhadap patung dan berhala.
2. Pada masa sekarang ini banyak dipasang gambar-gambar wanita yang terbuka auratnya di sepanjang jalan dengan ukuran sangat besar. Hal ini seakan-akan sudah dianggap sebagai sesuatu yang biasa, padahal Islam sangat memuliakan wanita. Namun justru wanita sendiri yang rela dirinya dieksploitasi dengan dalih seni dan keindahan.
3. Manusia yang paling pedih siksanya adalah pelukis dan pembuat gambar karena mereka meniru ciptaan Allah.
“Orang yang paling mendapat siksa pada hari kiamat adalah para pembuat gambar (pelukis)” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya pemilik gambar ini akan diadzab dan akan dikatakan kepada mereka. Hidupkanlah apa yang telah engkau ciptakan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Membuat patung dan gambar adalah merupakan pemborosan karena biaya yang dihabiskan untuk membuat maupun membelinya kadang sampai mencapai jutaan rupiah.
5. Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar atau lukisan makhluk yang bernyawa. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah, “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan lukisan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Gambar dan Patung yang Diperbolehkan
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu menyebutkan bahwa terdapat beberapa gambar dan patung yang diperbolehkan, yaitu:
1. Gambar dan patung selain makhluk bernyawa.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Apabila anda harus membuat gambar, gambarlah pohon atau sesuatu yang tidak ada nyawanya.” (HR.Bukhari)
2. Gambar-gambar yang dipasang di kartu pengenal seperti paspor, SIM dan lain-lain yang diperbolehkan karena keperluan darurat.
3. Foto penjahat agar mereka dapat ditangkap untuk dihukum.
4. Barang mainan anak perempuan yang dibuat dari kain seperti boneka berupa anak kecil yang dipakaikan baju dengan maksud untuk mendidik rasa kasih sayang pada anak perempuan. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Saya bermain-main dengan boneka berbentuk anak perempuan di depan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari)
5. Diperbolehkan gambar yang dipotong kepalanya sehingga tidak menggambarkan makhluk bernyawa lagi. Hal ini berdasarkan perintah malaikat Jibril ‘alaihissalam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memotong kepala gambar seperti pada hadist yang telah disebutkan sebelumnya.
Demikianlah bagaimana agama yang hanif (lurus) ini telah menggariskan yang terbaik bagi manusia. Hanya orang-orang yang beriman yang akan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya dengan bersegera dan penuh keikhlasan. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Allahu Ta’ala a’lam.


sumber : follow here
Read More..

DIBALIK MERDUNYA NYANYIAN

Mungkin ada di antara kita yang pernah mendengar bahwa Islam melarang adanya musik dan gambar. Padahal telah kita ketahui bahwa sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya pasti memiliki banyak keburukan bagi manusia.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan di antara manusia ada yang mempergunakan perkataan (suara) yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.” (QS. Luqman: 6)

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata tentang ayat ini, “Al-Lahwu (suara) di sini adalah lagu (ghina‘).” Pendapat yang sama juga dikeluarkan oleh Ikrimah, Mujahid, al-Hasan, Sa’id bin Zubair, Qatadah dan Ibrahim rahimakumullah yang menyatakan bahwa yang dimaksud al-lahwu adalah lagu. Hasan Al-Basri berkata bahwa ayat tersebut turun untuk menjelaskan tentang nyanyian dan seruling.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Nanti pasti ada beberapa kelompok dari umatku yang menganggap bahwa zina, sutra, arak dan musik hukumnya halal, (padahal itu semua hukumnya haram).” (HR. Imam Bukhari dan Abu Dawud)

Saudariku, sebenarnya mengapa Allah dan Rasul-Nya membenci musik dan nyanyian? Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan beberapa di antara bahayanya:

  • Musik bagi jiwa seperti arak karena banyak orang yang melakukan berbagai kekejian seperti zina dan penganiayaan dikarenakan mabuknya musik dan penyanyi yang membawakannya. Al-Fadhil bin ‘Iyadh berkata, “Nyanyian adalah tangga menuju zina.”
  • Musik dapat menyebabkan pecandunya lebih mencintai penyanyi atau pemain musik lebih daripada cintanya kepada Allah sehingga cintanya tersebut dapat menjatuhkannya ke dalam kesyirikan tanpa dia sadari.
  • Musik melalaikan manusia dari ketaatan kepada Allah. Berapa banyak orang yang lebih menyukai musik daripada mendengarkan Al-Qur’an? Berapa banyak orang yang melalaikan sholat karena hatinya tertambat pada lagu atau musik? Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, “Tidak seorang pun yang mendengarkan nyanyian kecuali hatinya munafik yang ia sendiri tidak merasa. Andaikata ia mengerti hakikat kemunafikan pasti ia akan melihat kemunafikan itu di dalam hatinya, sebab tidak mungkin berkumpul di dalam hati seseorang antara ” cinta nyanyian” dan “cinta Al-Qur’an”, kecuali yang satu mengusir yang lain.” Juga perkataan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, “Nyanyian menimbulkan kemunafikan dalam hati seperti air menumbuhkan sayuran, sedang dzikir menumbuhkan iman dalam hati seperti air menumbuhkan tanaman.” Serta Imam Ahmad rahimahullah, “Nyanyian itu dapat menumbuhkan kemunafikan di dalam hati.” Kemudian ketika ditanya tentang syair-syair Arab yang dinyanyikan, beliau berkata, “Aku tidak menyukainya, ia adalah amalan baru, tidak boleh duduk bersama untuk mendengarkannya.”

Jumhur ulama berpendapat bahwa musik dan nyanyian adalah sesuatu yang terlarang, seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Asy-Syafi’i yang berpendapat bahwa nyanyian itu tidak disukai (baca = haram) karena menyerupai kebatilan, adapun mendengarkan lagu adalah termasuk dosa.

Nyanyian yang Diperbolehkan

Namun benarkah, dalam Islam semua bentuk nyanyian terlarang? Perlu kita ketahui bahwa ada beberapa nyanyian tanpa musik yang diperbolehkan dalam Islam, yaitu:

1. Nyanyian di hari raya yang dilakukan oleh wanita. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

“Rasulullah masuk menemui ‘Aisyah. Di dekatnya ada dua anak perempuan yang sedang memainkan rebana. Lalu Abu Bakar membentak mereka, maka Rasulullah bersabda: biarkanlah mereka, karena setiap kaum mempunyai hari raya dan hari raya kita adalah hari ini.” (HR. Bukhari)

2. Nyanyian yang diiringi terbang (rebana) pada waktu pernikahan dengan maksud memeriahkan atau mengumumkan akad nikah dan mendorong orang untuk menikah tanpa berisi pujian akan kecantikan seseorang atau pelanggaran terhadap syari’at. Namun nyanyian ini dinyanyikan oleh wanita dan diperdengarkan di kalangan wanita pula.

Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata, “Pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke tempatku ketika saya menikah. Beliau duduk di atas kasurku dan jarak beliau dengan saya seperti jarak tempat dudukku dengan tempat dudukmu. Untuk memeriahkan pernikahan kami, beberapa orang gadis tetangga kami menabuh rebana dan menyanyikan lagu-lagu yang mengisahkan para pahlawan Perang Badar. Ketika mereka asyik bernyanyi, ada salah seorang di antara mereka yang mendendangkan, ‘Di tengah-tengah kita ada Nabi yang mengetahui apa yang akan terjadi besok.’ Mendengar syair seperti itu Nabi berkata kepadanya, ‘Tinggalkan ucapan seperti itu! Bernyanyilah seperti nyanyian-nyanyian sebelumnya saja!’” (HR. Bukhari)

3. Nyanyian pada waktu kerja yang mendorong untuk giat dan rajin bekerja terutama bila mengandung do’a atau nyanyian yang berisi tauhid atau cinta kepada Rasulullah yang menyebut akhlaknya atau berisi ajakan jihad, memperbaiki budi pekerti, mengajak persatuan, tolong-menolong sesama umat atau menyebut dasar-dasar Islam.

Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan rahimahullah berkata bahwa syair-syair yang diperdengarkan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah dilantunkan dengan paduan suara semacam nyanyian-nyanyian, dan tidak pula dinamakan nasyid-nasyid Islami, namun ia hanyalah syair-syair Arab yang mencakup hukum-hukum dan tamtsil (permisalan), penunjukan sifat keperwiraan dan kedermawanan. Selain itu, para sahabat melantunkannya secara sendirian dikarenakan makna yang terdapat di dalamnya. Mereka melantunkan sebagai syair ketika bekerja yang melelahkan, seperti membangun (masjid) serta berjalan di waktu malam saat safar (jihad). Maka perbuatan mereka ini menunjukkan atas diperbolehkannya lantunan (syair) ini, dalam keadaan khusus (seperti) ini. Selain itu, mereka tidak pernah menjadikan nyanyian sebagai kebiasaan yang dilakukan terus-menerus, karena para shahabat adalah generasi yang selalu mengisi hari-harinya dengan Al-Qur’an dan tidak pernah tersibukkan dengan selain Al-Qur’an.

4. Adapun terbang (rebana) hanya boleh dimainkan pada waktu hari raya serta pernikahan dan tidak boleh dipakai ketika berdzikir seperti yang biasa dilakukan oleh kaum sufi, karena Rasulullah dan para shahabatnya tidak pernah melakukannya.

Obat Bagi Hati

Jika setiap penyakit ada obatnya, maka bagaimana cara untuk mengobati kecanduan akan musik dan nyanyian? Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah menyebutkan 3 cara menghindari nyanyian dan musik:

1. Menjauhkan diri dari mendengarkan nyanyian dan musik melalui televisi, radio, dan lain-lain, terutama lagu-lagu yang seronok.

2. Membaca Al-Qur’an, terutama surat Al-Baqarah.

“Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim)

3. Mempelajari riwayat hidup Rasulullah sebagai seorang yang berakhlak mulia serta para shahabatnya.

Untuk pertama kali, mungkin masih ada yang merasa sulit untuk menghilangkan kebiasaan mendengarkan musik. Namun saudariku, kita harus yakin bahwa dalam setiap larangan-Nya selalu ada hikmah yang besar bagi kita.


sumber: cLick here

Read More..

Sabtu, 20 Februari 2010

Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub

A. Tata Cara Mandi Haid

Haid adalah salah satu najis yang menghalangi wanita untuk melaksanakan ibadah sholat dan puasa (pembahasan mengenai hukum-hukum seputar haidh telah disebutkan dalam beberapa edisi yang lalu), maka setelah selesai haidh kita harus bersuci dengan cara yang lebih dikenal dengan sebutan mandi haid.

Maka wajib bagi wanita apabila telah bersih dari haidh untuk mandi dengan membersihkan seluruh anggota badan; minimal dengan menyiramkan air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya; dan yang lebih utama adalah dengan tata cara mandi yang terdapat dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ringkasnya sebagai berikut:

1. Wanita tersebut mengambil air dan sabunnya, kemudian berwudhu’ dan membaguskan wudhu’nya.
2. Menyiramkan air ke atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air dapat sampai pada tempat tumbuhnya rambut. Dalam hal ini tidak wajib baginya untuk menguraikan jalinan rambut kecuali apabila dengan menguraikan jalinan akan dapat membantu sampainya air ke tempat tumbuhnya rambut (kulit kepala).
3. Menyiramkan air ke badannya.
4. Mengambil secarik kain atau kapas(atau semisalnya) lalu diberi minyak wangi kasturi atau semisalnya kemudian mengusap bekas darah (farji) dengannya.


TATA CARA MANDI JUNUB BAGI WANITA


1. Seorang wanita mengambil airnya, kemudian berwudhu dan membaguskan wudhu’nya (dimulai dengan bagian yang kanan).
2. Menyiramkan air ke atas kepalanya tiga kali.
3. Menggosok-gosok kepalanya sehingga air sampai pada pangkal rambutnya.
4. Mengguyurkan air ke badan dimulai dengan bagian yang kanan kemudian bagian yang kiri.
5. Tidak wajib membuka jalinan rambut ketika mandi.

Tata cara mandi yang disebutkan itu tidaklah wajib, akan tetapi disukai karena diambil dari sejumlah hadits-hadits Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Apabila dia mengurangi tata cara mandi sebagaimana yang disebutkan, dengan syarat air mengenai (menyirami) seluruh badannya, maka hal itu telah mencukupinya. Wallahu A’lam bish-shawab.


kLik untuk artikeL lebih lengkap

Read More..

Sabtu, 19 Desember 2009

Bila Al Qur'an Bisa Bicara


Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku... Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah... Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya..
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu Kadangkala aku dijadikan mas kimpoi agar engkau dianggap bertaqwa Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan. Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV


Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa. Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)


Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
. Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu

Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu.
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja


Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan

Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga

Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu

Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali

Itupun hanya beberapa lembar dariku

Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya

Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya. Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu... Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu... Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..

Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu. Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati... Di kuburmu nanti.... Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu. Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu Sentuhilah aku kembali...

Baca dan pelajari lagi aku.... Setiap datangnya pagi dan sore hari Seperti dulu....dulu sekali... Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos... Di surau kecil kampungmu yang damai

Jangan aku engkau biarkan sendiri....

Dalam bisu dan sepi....

Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana .
Read More..

Jumat, 27 November 2009

JILBABKU SAYANG



Mendefinisikan “jilbab”, tentu tak lepas dari kesepakatan para ulama tentang kriteria yang wajib dipenuhi busana muslimah. Seperti yang tertuang dalam kitab Fiqih Wanita yang ditulis oleh Ibrahim Muhammad Al-Jamal.

Pertama, Menutupi seluruh badan selain wajah dan kedua telapak tangan Kedua, Tidak ketat sehingga masih menampakkan bentuk tubuh yang menutupinya. Ketiga, Tidak tipis temaram hingga warna kulit masih bisa dilihat. Keempat, Tidak menyerupai pakaian laki-laki. Kelima, Tidak berwarna mencolok sehingga menarik perhatian orang. Keenam, Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. Ketujuh, Dipakai bukan untuk memamerkannya.

Selain kriteria di atas, perlu diingat bahwa pemakaian kerudung harus sampai menutup dada. Hal itu disebutkan secara gamblang dalam surat An Nuur:31. “…
dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.”

Ketika seorang jilbaber ingin terlihat menarik di mata setiap orang yang memandangnya, sesungguhnya ia sedang berusaha mempertemukan dua hal yang bertolak belakang dalam Islam. Karena justru yang menjadi alasan penting seorang muslimah diperintahkan berjilbab, adalah untuk meredam daya tarik tubuhnya yang memang luar biasa.

Adalah sebuah kenyataan, bahwa bagi setiap laki-laki, daya tarik seorang wanita ibarat tipu daya yang tidak bisa dianggap enteng. Dalam surat Yusuf ayat 28, Zulaikha disebutkan memiliki tipu daya yang besar(inna kaida kunna ‘adzim). Bandingkan dengan sebutan yang Allah SWT berikan untuk tipu data syaitan…”
sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (QS.An Nisaa’:76). Bayangkan!

Wanita memang menarik, tapi bukan berarti ia hidup hanya untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Karena ia dapat menjelma menjadi sosok-sosok yang mulia, cerdas, dan terhormat. Dan untuk menjadi sosok yang demikian, tentu Sang Kholiq-lah yang paling tahu bagaiamana caranya. Dan jilbab, adalah sebuah resep sederhana yang dapat mengangkat derajat wanita.

“
Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS.Al Ahzab yat 59)

Jilbab, bukanlah seperangkat asesoris, atau sekedar mode busana yang aturan pakainya dapat diatur sesuai selera si pemakai. Jilbab adalah sebuah simbol penghambaan diri seorang muslimah terhadap ketentuan Rabb-Nya, sebuah pengakuan bahwa Allah ‘azza wa jalla berhak penuh mengatur kehidupannya.

Muslimah berjilbab, adalah kontributor dalam menciptakan kondisi pergaulan yang sehat. Itulah sebabnya, berjilbab, dengan memahami esensi dan persyaratannya bernilai ‘ibadah di sisi Allah SWT. Memiliki niat baik memang tak berarti luput dari godaan syaithan. Karena syaithan begitu lihai melihat celah yang bisa ia susupi untuk menipu manusia.

Dengan tipu dayanya, seorang manusia dapat memandang baik sebuah perbuatan yang sebenarnya buruk di mata Allah SWT.
“
Dan ketika syaithan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka…” (QS.Al Anfal:48).

Maka, seorang muslimah hendaknya dapat memastikan untuk apa dan bagaimana ia berjilbab. Tidak terpengaruh sama sekali dengan berbagai model jilbab yang ada. Ia tak perlu memilih jilbab cafe, jilbab KD, atau jilbab Maimunah yang harus ia kenakan.
Jilbab. Itu saja! Dengan segala kemuliaan yang terkandung di dalamnya…

sumber: majalah Al Izzah

Read More..

Pengakuan dan pesan para ikhwan untuk para akhwat

1. Kami sulit menahan pandangan mata ketika melihat kalian para akhwat, apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian, karena itu lebarkanlah pakaian kalian, dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian para akhwat dengan kerudung yang membentang.


2. Kami juga sulit menahan pendengaran kamiketika berbicara dengan kalian para akhwat, apalagi jika kalian diamanahkan oleh ALLAH suara yang merdudengan irama yang mendayu, karena itu tegaskanlah suara kalian, dan berbicaralah seperlunya


3. Kami juga sulit menahan bayangan-bayangan hati kalian para akhwat, ketika kalian dapat menjadi tempat mencurahkan isi hati kami, waktu luang kami akan sering terisi oleh bayangan-bayangan kalian, karena itu janganlah kalian membiarkan kami menjadi curahan hati bagi kalian


4. Kami juga ingin terus dekat dengan kalian para akhwat, tapi maaf bukan karena apa-apa tapi lebih karena dorongan “itu”, kata dokter sih ada hubungannya dengan hasrat kami, makannya kami selalu mencari cara agar bias untuk terus dekat dengan kalian, apakah itu dengan telefon, sms, chatting, bertemu muka, apalagi klo kalian mau menjadi pacar kami(ehm….ehm…) minimal kami bias berpegangan tangan dengan kalian, karena itu pertama nasehatilah kami akan azab allah dan setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami.

Read More..